Jeritan Malam


Malam datang tanpa beban. membuka gelap bersambut kelam. Menyelimuti hati yang terbayang bagi mereka yang terancam.

Langit menjerit bumi menangis, segala isi turut menuntut, kuasa Tuhan tak dapat ditahan, manusia hidup dalam keterpurukan.

Bukan karena kehendak Dia. Ini hukum sebab akibat yang membuat mereka terdiam hina membusuk sepi. Apalah arti kebahagiaan demi sebuah nafsu dunia?

Siang malam bergantian karena suatu rotasi, tak dapat dipungkiri bahwa segalanya campur tangan Ilahi, bukan nafsu yang harusnya menghujani diri, tapi niscaya kita bisa membekali hati.

Kenapa harus membekali diri jika diri ini membutuhkan kebinalan hidup? Berserakan segala nyawa yang terbuang percuma demi sekecap kuasa. Perlukah kita bertasbih saat hati tak lagi putih?

Hidup mati kita tak pernah tahu, susah bahagia hanya singgah dalam kalbu,Ā  tidak ada salahnya insan mendengkur dalam tidur, begitupun mulut yg senantiasa berucap syukur.

Berucap syukur kala senang, mengutuk lacur kala hancur. Gambaran insan saat ini, terbiasa bersusah dikala bersyukur. Mencoba mencari makna yang semestinya tersembunyi di dalam hati masing-masing sang pencinta.

Dalam fatamorgana semua terbayang, oase kehidupan diharapkan bisa datang, namun semua tak kunjung tergenggam, manusia tak mungkin dapat sesempurna yg diinginkan. Tapi tak berdosa jika mencoba hal baik yang dapat dilakukan.


Sajak ini saya berawal dari sebuah status iseng saya di Facebook yang di komentari sama temen. Su Ning namanya. Karena merasa asik, ya akhirnya saya posting aja disinih. Mau di komen? šŸ™‚

SELESAI

Iklan

4 responses to “Jeritan Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s