Surat Terbuka untuk FIGC, Juventus FC, dan Seluruh Fans Juventus


Korespondensi ini ditujukan kepada Juventus FC SpA, FIGC, dan seluruh fans Juventus.

KAMI MENGINGINKAN KEADILAN!

Baru empat tahun berlalu tetapi bagi kami fans ini seperti lebih lama dari itu. Semenjak 2006 sampai hari ini kami telah menerima begitu banyak penghinaan, sekarang sudah saatnya untuk mengangkat suara kami lebih serius.

Telepon-telepon sadapan yang bermunculan baru-baru ini dari pengacara Prioreschi dan Trofino di dalam Pengadilan Sipil Napoli mendemonstrasikan satu hal sederhana: mereka yang empat tahun lalu berlagak memiliki kejujuran tanpa cela dan berjalan di jalan-jalan mengenakan “jubah kesucian” dengan “Scudetto Hina” terjahit di dada, membuat panggilan-panggilan telepon yang jauh lebih buruk dari apapun yang pernah terdengar di 2006.

  • Tidak pernah Moggi terdengar meminta dua penjaga garis dari penunjuk wasit Mazzei apalagi mendapatkan mereka.
  • Tidak pernah Moggi terdengar menyarankan sebuah metode baru untuk menunjuk wasit (dan meminta untuk membatalkan metode pemilihan acak), memasukkan wasit di luar proses undian Griglia untuk meningkatkan probabilitas mendapat wasit yang diinginkan.
  • Tidak pernah Moggi terdengar berbicara dengan wasit di telepon, dengan mengecualikan kontak yang dibuat Paparesta ke Moggi setelah dia memimpin pertandingan Reggina-Juventus yang langsung ditutup Moggi dalam hitungan detik dengan mengatakan bahwa dia tidak memiliki apapun untuk disampaikan kepada Paparesta.
  • Tidak pernah Moggi terdengar meminta dan dihadiahkan seorang wasit untuk pertandingan Coppa Italia (ingat bahwa pertandingan Coppa tidak mengharuskan adanya proses pemilihan acak wasit melainkan penunjukan wasit langsung).

Fans Juventus tidaklah bodoh. Sangat jelas seperti matahari di siang bolong bahwa tidak ada pertandingan yang diatur di dalam “musim yang menginkriminalisasi” atas nama Juventus, Inter, Milan, atau klub lainnya (sentimen yang disepakati oleh para hakim yang menyatakan demikian di dalam dakwaan yang mereka tulis pada Juli 2006).

Satu-satunya “sistem” yang terbukti adalah yang FIGC sendiri ciptakan dan promosikan di mana direktur-direktur tim diundang dan didorong untuk memelihara dialog dengan para penunjuk wasit dengan tujuan untuk mengkomunikasikan umpan balik apakah itu kepuasan atau kritikan. Jelas sekali tidak ada bentuk gaya mafia yang diatur oleh dua laki-laki (Moggi-Giraudo, -ed.), yang sekarang harus menderita konsekuensi-konsekuensinya sendirian sementara semua pihak lain bisa terus berjalan bebas memproklamasikan ketidakbersalahan mereka.

Nampaknya hanya ada dua kemungkinan hasil dari ini semua:

  • Ditetapkan bahwa semuanya tidak bersalah:
    Dalam kasus seperti ini kami menuntut FIGC agar menetapkan kembali gelar juara liga ke-28 dan 29 untuk Juventus, beserta permintaan maaf secara publik atas kerusakan yang telah mencemarkan nama Juventus. Kami juga menuntut kepada Juventus FC SpA untuk meminta ganti rugi ekonomi kepada FIGC atas kerugian finansial yang muncul disebabkan oleh keputusan federasi ini. Ini adalah MINIMAL aksi yang dapat diterima yang mungkin untuk dilakukan oleh direktur-direktur Juventus untuk pada akhirnya mendemonstrasikan ada tidaknya rasa hormat mereka kepada fans Juventus yang tetap loyal meski di Serie B sekalipun.
  • Ditetapkan bahwa semuanya bersalah:
    Dalam kasus seperti ini kami menuntut agar FIGC membuka sebuah investigasi baru dalam Pengadilan Olahraga mereka untuk menganalisis sadapan-sadapan telepon yang baru dan peraturan yang diterapkan empat tahun lalu agar juga diterapkan lagi. Ini hanya bisa terealisasi dengan degradasi terhadap tim “jujur” tertentu.

Kelakuan yang terjadi berlaku sama pada seluruh direktur tim, oleh karena itu kami meminta perlakuan setara untuk semuanya. Solusi-solusi lain tidak akan bisa ditoleransi oleh populasi Juventino. Jangan pernah menganggap bahwa mencabut gelar juara 2006 dari Inter akan cukup menenangkan kelompok suporter terbesar negeri ini dan menguburkan semua yang sudah terlanjur terjadi. Kami menginginkan sebuah pengadilan, kami menginginkan kebenaran. Waktu untuk kebenaran yang setengah-setengah dan permainan kekuasaan sudah seharusnya diakhiri.

Oleh karena seluruh permintaan kami sebelumnya untuk kejelasan berkenaan dengan kasus ini hanya jatuh di telinga-telinga tuli, sekarang kami wajib untuk mengkomunikasikan dengan ancaman.

Kalau permintaan-permintaan ini tidak dipenuhi oleh Juventus FC atau FIGC kami telah siap untuk memboikot keseluruhan produk sepakbola, karena pada momen seperti itu sudah menjadi jelas bagi semuanya bahwa ini bukanlah sebuah liga yang didasari oleh olahraga dan kompetisi melainkan sebuah sandiwara di mana merupakan hal yang dapat diterima untuk membuat mereka yang menghabiskan lebih banyak uang sebagai pemenang. Tidak ada pembelian tiket semusim (season ticket), tidak juga tiket reguler, tidak ada langganan majalah atau web, tidak ada TV berbayar, tidak ada merchandise, sama sekali tidak ada.

  • Kami tidak menginginkan jenis sepakbola yang seperti ini.
  • Untuk jenis sepakbola yang seperti ini kalian harus melanjutkan tanpa uang kami.
  • Untuk jenis sepakbola yang seperti ini Mr. Moratti harus membiayainya sendiri sepenuhnya.

Kami berjumlah banyak, kami menunggu hasil kasus ini dan kami sudah geram terhadap ini semua. Jangan sekali-kali menganggap kami hanya menggertak karena kami bisa menjamin kepada kalian bahwa jika keinginan ini tidak dipenuhi maka kami akan membawa uang kami ke tempat lain. Ini adalah hak konsumen kami dan tidak ada seorangpun yang dapat merampasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s