Salah dan Kesalahan


Agak sedikit tidak nyaman dan aman dengan kejadian yang sedang menimpa saya akhir-akhir ini. Membuat saya merasa sangat bersalah. Tapi bukankah sebagai manusia, saya, situ, kita semua pernah dan pasti membuat salah? Kalau pernah dan pasti, terus kenapa musti merasa bersalah? Berarti masalah yang saya buat itu berlebihan? Kayaknya sih gitu. Pertanyaan-pertanyaan macem begitu terus-terusan ada di kepala saya selama beberapa hari ini. Pertanyaan yang juga terjadi beberapa tahun lalu ketika saya membuat kegagalan dalam dunia pendidikan.

Terus kenapa harus dimasalahin, toh itu sudah terjadi dan ga bisa diulang. Bener! Tapi sebagai manusia yang katanya punya hati, meskipun kesalahan itu sudah terjadi, sudah berlalu, namun hati tetep ga bisa boong kalo kita masih menyimpan rasa bersalah. Semacam beban batin. Perasaan takut, diliputi gamang, juga rasa tidak aman atas apa yang kita buat. Takut sama siapa? Sama sekitar. Saya, mungkin juga situ, merasa takut kalau kesalahan yang situ buat ternyata menyakiti banyak pihak, melukai banyak perasaan. Terus kenapa harus gamang? Iya dong, pasti gamang. Mau minta maaf kayaknya udah fatal banget, mau ga minta maaf kok kayaknya ga sopan banget gituh. Ga aman? Iya, kita ga aman akan perasaan bersalah, juga anggapan bahwa kita akan selalu tertekan atas apa yang sudah kita buat. Itu udah manusiawi banget.

Pada akhirnya, meskipun jati sudah sedikit tenang karena ada proses penerimaan lingkungan setelah kesalahan yang kita buat, yang tersisa adalah perang batin. Kita akan mencoba mengembalikan kepercayaan diri. Akan ada perasaan takut tidak diterima, takut dijauhi, dibenci semua orang dan lainnya. Kalau situ masih bisa merasa yang kayak gini namanya sih masih normal, berarti situh masih peka. Yang susah itu kalo ada orang bikin salah terus ga punya perasaan kayak gini dan malah niat ngulanginnya lagi di waktu dan kesempatan yang lain. Susah tuh.

Saya, dalam keadaan seperti ini, seperti yang saya tulis di atas, ga bisa apa-apa. Tetep aja ada rasa bersalah yang terus menerus menghantui hati saya. Apa, gimana, dan kenapa adalah pertanyaan yang selalu saya tanyakan akhir-akhir ini. Apakah rasa bersalah aja udah cukup? Belom. Saya pun dituntut untuk menutupi ini semua. Pekerjaan saya berhubungan dengan orang banyak. Dimana saya ga bisa seenaknya ngumbar perasaan saya ke semua orang. Yang susah adalah ketika kita harus menjadi penghibur di saat hati lagi ga menentu. Serius, ini ga enak. Tapi ya udah, toh ini resiko. Harus saya hadapi.

Seorang temen bilang bahwa tidak sepantasnya saya jadi down gegara ini. Bolehlah ini membuat saya jadi ngerasa bersalah, tapi jangan sampe bikin saya ngerusak apa yang selama ini udah saya susun. Bukan melupakan, tapi memperbaiki. Tiap orang punya salah, namun yang dilihat adalah bukan bagaimana dia membuat salah, tapi bagaimana dia memperbaikinya dan berjanji tidak akan mengulang di kemudian hari. Gitu kata temen.

Iya, saya niat berubah. Situ juga niat berubah. Namun timbul ketakutan, apakah ada orang yang masih mau percaya setelah kita berubah? Apakah stempel “bersalah” di jidat kita akan hilang setelah kita berubah nanti? Itu yang susah. Tapi lagi-lagi temen saya bilang kalo itu semua tinggal masalah waktu. Asalkan kita bisa membuat mereka, terutama orang-orang terdekat, kembali percaya dengan perubahan yang kita buat, rasanya ketakutan-ketakutan tadi akan hilang dengan sendirinya. Selama kita niat, kita serius, dan kita bener-bener mau berubah, ga ada yang ga mungkin. Yang penting yakin. Gitu katanya lagi.

Yang saat ini sedang saya coba lakukan adalah memperbaiki diri, berusaha tidak mengulang kesalahan yang sama. Soal pandangan dan komentar orang? Bodo amat. Seiring waktu, akhirnya nanti mereka bisa tahu sendiri bagaimana usaha yang saya buat. Apakah mudah? Ga. Sangat ga mudah. Tapi kalo ga dicoba, siapa tau? 🙂

Udah kok. Cuma mau ngomong gitu aja. Beberapa dari tulisan ini saya ambil dari pengalaman saya dan temen-temen saya. Intinya, berbuat salah itu mudah, namun memperbaiki sebenarnya jauh lebih mudah asal kita mau berusaha dan yakinkan diri untuk tidak mengulanginya.

SELESAI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s