Mimpi itu (mungkin) Tidak Menjadi Nyata


Juventus-Logo-Wallpaper-21

Buat yang sering baca blog dan twitter saya pasti ngerti banget kalo saya begitu cinta dan tergila-gila dengan Juventus, salah satu klub besar dunia. Dan, kalo situ termasuk yang update sama dunia sepakbola, pastinya juga tau kalo tanggal 6 Agustus 2014 nanti, Juventus akan mengadakan tur Asia dan Indonesia masuk ke dalam daftar tujuan.

Awal mendengar kabar itu, saya begitu bahagia. Bayangkan! 15 tahun menjadi fans si nyonya tua, ikut bahagia tiap kali Juventus merengkuh gelar scudetto, ikut menangis ketika Juventus terkena kasus dan jatuh ke Serie B dan haru saat menyaksikan kepergian Il Capitano, Del Piero yang pindah ke Liga Australia. Iya, sebegitu cintanya saya sama Juventus. Jelas, kunjungan Juventus ke Indonesia adalah satu hal yang sangat saya tunggu banget.

Cuma ya gitu. Mimpi tinggalah mimpi jika tidak dibarengi dengan kenyataan. Mimpi dan niat saya sih bisa menonton langsung ke Gelora Bung Karno pada 6 Agustus nanti. Tapi apa daya, setelah cek sana-sini, baik keadaan dompet dan keuangan dalam beberapa bulan kedepan, sepertinya niat itu menjadi susah.

Oh, jelas saya sangat sedih. Terluka hati dan tercabik rasanya ketika mengetahui kalo saya gak bisa nonton laga Juventus di Indonesia. Terdengar lebay? Mungkin. Sanggahan saya adalah, bagi saya, Juventus sudah seperti agama, dengan Del Piero, Buffon dan Conte sebagai dewa. Tentunya Turin adalah tanah suci yang harus saya datangi. Namun, untuk apa saya berangkat ke tanah suci jika agama yang saya elu-elukan itu datang ke Indonesia? Kira-kira begitu.

Bener banget buat situ yang menebak isi posting ini sebenernya hanya keluhan dan aduan tentang saya yang tidak bisa menonton langsung Juventus di Indonesia. Itu benar adanya. Namun cukup disitu, gak lebih.

Mimpi saya kali ini mungkin tidak menjadi nyata, namun Juli baru dimulai dan 6 Agustus masih jauh. Meskipun kecil, saya akan berusaha untuk mendapatkan tiket pertandingan tersebut. Meskipun kecil, saya yakin berhasil.

Mengapa begitu percaya diri? Hidup saya berjalan hanya dari mimpi ke mimpi yang kemudian saya terjemahkan ke dalam sebuah usaha. Apalagi yang dimiliki seorang anak lelaki biasa seperti saya jika bukan mimpi yang inginnya menjadi nyata? Dan di antara banyak mimpi saya, sebagian besar saya raih dalam peluang yang sangat kecil. Jadi rasanya, bukan tidak mungkin jika peluang kecil saya dalam menonton langsung Juventus di Indonesia berakhir dengan sebuah kebahagiaan.

Untuk Juventini yang dateng, selamat! Enjoy the game! Bawa banyak foto dan cerita, saya akan selalu senang mendengarnya. Sementara untuk saya, jalan terburuknya adalah menonton siaran langsungnya di televisi atau tidak sama sekali.

JUVEEEEE.. STORIA DI UN GRANDE AMOOOOOOREEE…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s