Tentang jodoh, dijodohkan dan supir taksi.


Seperti beberapa postingan saya yang lalu, kali ini saya hadir lagi dengan postingan semi wawancara. Kali ini seorang supir taksi menjadi “korban” wawancara saya. Eng.. semi wawancara sih. Atau apalah itu. Intinya, saya ngobrol.

Kira-kira minggu lalu, setelah ketemu orang di daerah Senayan, saya memutuskan naik taksi menuju tujuan saya selanjutnya karena eh karena, mendung sudah membuat gelap suasana sore yang seharusnya indah. Ejiyeh, bahasanya :))

Gak begitu lama nunggu di pinggir jalan dengan tampan, saya berhentiin taksi putih. Naiklah saya. Di dalem taksi, saya agak kaget. Tumben banget ini ada supir masih muda dan kece. Untung saya ganteng, jadi gak takut kalah saing. Baca lebih lanjut

….dan ternyata cinta


Dan ternyata cinta, yang membuat saya rela menunggu lebih lama untuk bisa mendapatkannya. Walaupun ku tahu, jalan ini tak selalu mulus dan lancar.

Dan ternyata cinta, yang bisa membuat ku bertahan dalam kesendirian hanya agar tuk bisa bersamamu suatu saat nanti. Meskipun kita sama-sama tahu, sendiri itu tak pernah enak. Baca lebih lanjut