Mimpi itu (mungkin) Tidak Menjadi Nyata


Juventus-Logo-Wallpaper-21

Buat yang sering baca blog dan twitter saya pasti ngerti banget kalo saya begitu cinta dan tergila-gila dengan Juventus, salah satu klub besar dunia. Dan, kalo situ termasuk yang update sama dunia sepakbola, pastinya juga tau kalo tanggal 6 Agustus 2014 nanti, Juventus akan mengadakan tur Asia dan Indonesia masuk ke dalam daftar tujuan.

Awal mendengar kabar itu, saya begitu bahagia. Bayangkan! 15 tahun menjadi fans si nyonya tua, ikut bahagia tiap kali Juventus merengkuh gelar scudetto, ikut menangis ketika Juventus terkena kasus dan jatuh ke Serie B dan haru saat menyaksikan kepergian Il Capitano, Del Piero yang pindah ke Liga Australia. Iya, sebegitu cintanya saya sama Juventus. Jelas, kunjungan Juventus ke Indonesia adalah satu hal yang sangat saya tunggu banget. Baca lebih lanjut

Get Lost!


Ceritanya, beberapa waktu ini saya kepikiran banget tentang pergi ke suatu tempat yang bener-bener baru. Suatu daerah yang belom pernah saya datengin sebelumnya. Ketemu orang baru, budaya baru, makanan baru, semuanya yang baru. Seru kayaknya, ya? Buat saya sih, seru. Pergi ke tempat yang sebelumnya cuma bisa liat di peta atau diceritain temen, mencoba untuk bersosialisasi lagi. Semacem ada tantangan gitu kan ya?

Dan ceritanya, pas malem minggu kemaren, iseng saya ngetuit soal bayangan saya itu. Eh, beberapa orang menyambutnya, salah satunya ada temen saya @dobelden. Ternyata kita sama-sama mikirin hal itu, get lost. Cuma, si kang Den ini lebih gila lagi idenya, dia malah pengen berkeliling ke berbagai kota di Indonesia. Keren ga, tuh? Saya jadi pengen tuh. Mulai jalan dari Aceh terus finish di Papua. Mampir di tiap kota, sekedar kenal sama kota dan orang-orangnya. Sampai akhirnya, bayangan itu menciut ketika akhirnya sampe di… dana. Baca lebih lanjut

Merdeka!


Mungkin agak telat saya membuat post ini. Terlambat sehari setelah hari kemerdekaan negara kita. Tapi gak apa-apa deh, daripada gak sama sekali 🙂

Kalau mengikuti hitungan tahun, sudah 67 tahun kita merdeka. Beneran merdeka? Dari penjajah, iya. Tapi dari banyak hal? Belum. Iya kan?

Masih ada yang susah sekolah, masih banyak orang miskin tidak mampu yany kesulitan masuk rumah sakit, demokrasi masih menjadi lisan yang tak terlihat kebenarannya. Dan.. Masih, sulit merebut hati calon mertua tanpa materi berlimpah ( kalo yang ini saya sedikit curcol) :p

Oke, sebutlah saya terlalu berlebihan kalo menyebutkan hal-hal diatas ketika kita sedang dalam euforia kemerdekaan. Tapi tetap, yang seperti itu tidak bisa dilupakan. Tetap harus dipikirkan. Masa depan situh dan saya juga. Nanti. Kan masa depan, bukan masya Allah.

Cuma mengingatkan aja, kemerdekaan kan kita raih dengan susah payah, dengan darah dan air mata, masa mau kita jadikan hari kemerdekaan cuma sebatas peringatan saja tanpa langkah nyata?

Dan 1 lagi, makin tahun, suasana peringatan hari kemerdekaan kok makin tidak terasa ya? Ini perasaan saya atau situh juga ngerasain?

Ah sudahlah, seperti lagu perjuangan tempoe doeloe yang akrab di telinga. “Sekali merdeka tetap merdeka!!”

Selamat ulang tahun Indonesiaku!!

Selamat Hari Pendidikan!!


Hari ini, 2 Mei 2011, kita merayakan hari pendidikan nasional. Sesuatu yang sebenarnya menurut saya agak kurang pantas dirayakan melihat kondisi pendidikan di Indonesia yang masih carut marut. Kenapa bisa carut marut? Ya iyalah, dengan standar UN yang terus berubah setiap tahunnya, dengan kondisi pendidikan yang hanya bisa dirasakan mereka yang mampu, itu bisa disebut carut marut. Sekarang hanya mereka yang berduit yang bisa merasakan sekolah di sekolah berkualitas. Hanya mereka yang berduit yang bisa merasakan kuliah di Universitas bagus. Yang ga punya duit? Ke laut aja. Baca lebih lanjut

Sinetron di Indonesia = Pembodohan Publik


Kemaren saya dibuat terbahak ketika selesai siaran. Hal yang membuat saya tertawa adalah kesetiaan para korban sinetron dalam membela sinetron yang di tontonnya. Jadi gini ceritanya, tadi pas siaran, saya secara sengaja tidak sengaja mengatakan bahwa pemenang award di salah satu stasiun tivi beberapa waktu lalu tidak layak menjadi pemenang, apalagi award yang dia menangkan itu sebagai pemain sinetron terbaik. Buat saya, sama sekali tidak ada alesan untuk mengatakan aktor / aktris sinetron di Indonesia saat ini memiliki bakat akting yang bagus. Meeka semua jelek, ga berbakat dan cuma modal muka juga skandal. Apa yang bagus dari mereka? Cuma gosip. Apa yang menarik dari mereka? Cuma menang tampang. Selebihnya? cemen. Baca lebih lanjut

Pajak yang (seharusnya) Bijak


Pajak. Apa yang terlintas di pikiran situh kalo mendengar kata pajak? Sebagian menggumamkan Gayus, sebagian lagi langsung membayangkan uang yang banyak yang semestinya di gunakan untuk pembangunan negara. Sah-sah aja kok segala asumsi itu. Baca lebih lanjut

COmfort N Safety Zone


Saya, situh, kita semua pasti pernah ngerasain ini. Ngerasa aman dengan suatu pilihan baik itu soal kerjaan, pacar, sosialita sampe soal hidup. Memilih aman buat mengurangi resiko gagal, mengurangi bahaya yang nungguin juga mencegah caci maki orang. Tapi tau ga sih kalo bernyaman di zona aman bakalan membuat pola pikir kita jadi kuno a.k.a rendah? Baca lebih lanjut